Menurut dr. Khalid Mohammad Shidiq, gejala virus Omicron seperti gejala penyakit musiman. Pasien mengeluh batuk, nyeri tenggorokan, demam, pilek dan nyeri kepala. Namun gejala tersebut ini dapat berlangsung lama dan tidak mudah dihilangkan dengan obat warung yang biasa didapat.
Dijelaskan dr. Khalid Mohammad Shidiq, saat ini belum ada terapi khusus untuk pengobatan terhadap virus Covid 19 tipe Omicron. Untuk itu, vaksinasi masih merupakan tatalaksana yang utama dalam rangka pencegahan Covid 19.
“Covid-19 ini bukan merupakan suatu aib, ini merupakan suatu penyakit yang dapat sembuh oleh karena itu jika kita memiliki gejala yang mengarah dan memiliki riwayat resiko paparan, kita tidak perlu ragu untuk memeriksakan diri kita ke fasilitas Kesehatan,” tegas dr. Khalid.
“Di dalam fasilitas kesehatan, tim medis akan melakukan standar pengecekan menggunakan PCR sebagai gold standarnya, yang kemudian akan dilanjutkan dengan pemeriksaan genome sequencing untuk menentukan jenis virusnya,” sambungnya.
(Mad/Fan)



