Close Ads

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Ads


Pendidikan Seks pada Anak, Tabu atau Perlu?

Infografis, Kesehatan  

Dokter Spesialis Anak RS Sari Asih Cipondoh, Kota Tangerang, dr Nunki Andria Sp.A. (RS Sari Aish Group/infotangerang.co.id)
Advertisement

“Sampaikan kepada anak mereka juga tidak boleh menyentuh bagian tubuh orang lain tanpa ijin. Serta biasakan untuk menyebut bagian kelamin anak dengan sebutan yang benar seperti vagina atau penis,” sebut dr Nunki.

Penyebutan dengan benar akan dipahami oleh anak sehingga, lanjut dr Nunki, hal tersebut akan memudahkan sang anak dapat melaporkannya dengan baik jika terjadi hal-hal yang tidak diinginkan.

Baca juga:  Dalam Sepekan Polres Metro Tangerang Kota Ungkap Kasus Judi, Narkotika, Miras Hingga Pungli

Anak perlu diinformasikan untuk menolak jika ada orang lain yang berusaha memegang daerah yang sangat pribadi secara paksa. Ajarkan mereka untuk melaporkannya kepada orang tua, guru, ataupun orang lain yang anak percaya.

“Bisa juga dengan berteriak atau berlari menjauh dari orang tersebut,” tegas dia.

Baca juga:  Pemkot Tangerang Targetkan 15 Ribu Siswa Divaksin Dalam Dua Hari

Pendidikan seks pada anak dengan informasi yang benar sesuai dengan usianya akan memberikan penjagaan awal yang penting untuk mencegah anak dari kekerasan seksual. Sehingga diharapkan anak-anak dapat mengerti dan paham serta bisa menghindar atau melaporkan kejadian yang tidak diinginkan.

(Mad/Rdk)

Iklan Ads

Advertisement

Scroll to Continue With Content

Advertisement