Hendri Suharna sebagai Ketua Pokmas mengaku bahwa bertemu Ahmad Yani hanya sekali di kantor Kelurahan Penancangan.

“Saya tidak merasa menandatangani SPK tersebut. Sekali saya bertemu, karena memang pak Ahmad Yani meminta pekerjaan. Sungguh terlalu, coba tolong diselidiki orangnya (Oknum),” tuturnya, Sabtu (6/3/2021).

Hal senada juga disampaikan Kepala Kelurahan Penancangan. Dirinya juga tidak merasa menandatangani dan tidak mengetahui SPK tersebut.

“Benar adanya pengerjaan DAU-T tahun 2020, tapi untuk pengerjaan kontrak sama pihak ketiga saya tidak tahu. Pengerjaan itu langsung ke BKM atau Pokmas. Terkait tanda tangan dan SPK itu saya tidak merasa menandatangani,” jelas Syarif. (Fan/Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *