“Di Indonesia, ketika film Laskar Pelangi tayang, penjualan bukunya (yang telah best seller) terdongkrak lebih banyak lagi,” kata dia.
Fenomena itu terjadi karena tidak semua penonton film pembaca buku. Begitu filmnya meledak, mereka baru mencari bukunya. Untuk itu, Roy berharap semakin banyak alih media buku ke film.
“Ada semacam conversational capital (modal percakapan) yang cukup besar antara film dan buku. Film adaptasi bisa mendongkrak penjualan buku atau sebaliknya serta melecut munculnya banyak penulis baru,” tandasnya (Rud/Red)
Advertisement
Scroll to Continue With Content



