Sementara itu, Dinas Sosial Kabupaten Tangerang menyatakan kosongnya saldo bantuan sosial tunai (BST) yang disalurkan melalui ATM Bank BRI terjadi karena ada miskomunikasi.
”Saldo kosong memang belum masuk ke rekening, bank BRI terlebih dahulu menerbitkan kartu ATM dan tabungan, sementara keuangannya sedang diproses,” tutur Sekretaris Dinas Sosial Kabupaten Tangerang Ubeidullah, Kamis (25/6/2020)
Menurut Ubeidullah, hal itu terjadi karena ada miskomunikasi antara pemerintah dengan bank BRI. Dia memastikan saat ini semua tetap dalam proses dan akan dimasukkan pada tahap kedua
“Harusnya itu tahap kedua, tetapi oleh BRI dikeluarkan duluan kita sempat komplen juga sama BRI, kasihan masyarakat bahwa itu mereka mengharapkan, sementara belum diproses oleh kita,” ujar Ubeidullah
Adapun dana untuk anggaran BST tahap dua itu, menurut Ubeidullah harus melalui proses dan disetujui Bupati Tangerang. “Ada tahapan tahapan yang harus dilakukan, BST itu kan uangnya tidak langsung sekaligus turunnya, sementara saldo nol ini bukan tahap yang kemaren melainkan tahap kedua dan itu bisa dirapel,” terangnya.(Map/Red)


