Headline:
Permohonan Maaf Atas Down-Nya Website infotangerang.co.id Karena DDoS Attack
Advertisement - Scroll to continue with content

Seks Saat Hamil, Amankah?

dr. Dyah Pramita Wardhani, SpOG, (kanan), Dokter Spesialis Kebidanan dan Kandungan RS Sari Asih Cipondoh, Kota Tangerang. (Dok. RS Sari Asih/infotangerang.co.id)

KOTA TANGERANG – Sebagian pasangan memilih untuk tidak berhubungan seks ketika hamil. Umumnya mereka khawatir karena takut menyakiti janin atau memiliki kepercayaan tertentu. Banyak yang merasa takut terutama di trimester pertama.

“Sebenarnya, berhubungan intim tetap dapat dilakukan asal kondisi kehamilan ibu tidak bermasalah. Seks saat hamil di saat trimester berapapun sangat boleh dilakukan,” kata dr. Dyah Pramita Wardhani, SpOG, Dokter Spesialis Kebidanan dan Kandungan RS Sari Asih Cipondoh, Kota Tangerang dalam keterangan tertulis kepada infotangerang.co.id, Kamis (21/7/2022).

“Pada dasarnya boleh, sangat boleh, tapi hal tersebut bagi para calon ibu tanpa risiko ataupun risiko rendah, jadi tidak ada masalah,” lanjut dia.

Melakukan aktivitas seksual pada ibu hamil aman dilakukan. dr. Dyah Pramita Wardhani mengatakan, memang perlu ada beberapa yang harus digaris bawahi terkait kondisi janin, dan riwayat kehamilan sebelumnya yang disarankan untuk tidak melakukan aktivitas seksual.

Baca juga:  Hepatitis pada Anak Bisa Berbahaya? Jangan Panik Segera Lakukan Ini

“Semisal ada riwayat pernah melahirkan bayi prematur, atau pada trimester ke tiga diketahui posisi ari-ari menutupi jalan lahir, atau leher rahim sedikit terbuka yang mengindikasikan akan melahirkan secara prematur atau pernah memiliki riwayat pendarahan atau memiliki radang panggul,” ujarnya.

Salah satu yang menjadi alarm yaitu adanya keputihan pada ibu hamil. Keputihan pada ibu hamil dijelaskan dr. Dyah Pramita Wardhani terbagi dua, normal dan tidak normal. Keputihan bisa terjadi pada ibu hamil, yang perlu diwaspadai ialah keputihan yang berubah warna, gatal, hingga nyeri.

“Untuk keputihan yang tidak biasa seperti berubah warna menjadi kuning bahkan kehijauan, gatal yang amat sangat hingga timbul rasa nyeri sebaiknya tidak melakukan aktivitas seks tapi sebaiknya diobati terlebih dahulu keputihannya,” tutur dia.

Baca juga:  Ini Tips Berpuasa Bagi Pasien Diabetes

Beberapa kekhawatiran pasangan akibat aktivitas seks pada saat hamil lebih kepada keselamatan janin. Jika tidak ada kondisi yang mengkhawatirkan aktivitas seks boleh dilakukan.

“Rahim ibu itu sangat sangat kuat. Janin dilindungi oleh otot-otot rahim, dan ada selaput ketuban yang sangat tebal untuk melindungi janin,” ucap dr. Dyah Pramita Wardhani.

Goncangan-goncangan yang terjadi saat aktivitas seksual kala hamil tidak menyebabkan keguguran. dr. Dyah Pramita Wardhani menuturkan kejadian keguguran bukan disebabkan oleh aktivitas seks kala hamil.

“Hampir 80 persen keguguran itu disebabkan oleh adanya kelainan pada janin itu sendiri. Jadi aktivitas seksual saat hamil tidak menyebabkan keguguran, kecuali memang ada faktor risiko yang tadi disebutkan,” pungkasnya.

(Mad/Red)