Penulis Artikel: Mahasiswa LSPR Communication and Business Institute.

KABUPATEN TANGERANG – Kampung Cinamprak terletak di Desa Mauk Barat, Kecamatan Mauk, Kabupaten Tangerang, Banten merupakan salah satu daerah yang rawan banjir. Dengan jumlah penduduk yang cukup padat sekitar 5.000 orang yang sebagian besar penduduknya bergerak di bidang pertanian, perikanan, peternakan, dan industri ini diselimuti masalah kebersihan lingkungan yang menjadi salah satu permasalahan sehingga membutuhkan perhatian khusus saat ini.

Masalah banjir dan pencemaran yang dialami oleh Desa Mauk Barat tentunya berdampak buruk bagi lingkungan dan kesehatan penduduk. Banjir juga tentunya akan mempengaruhi kondisi perekonomian masyarakat desa ini karena akan mengganggu pertanian, perikanan, dan peternakan yang menjadi sumber mata pencaharian masyarakat setempat.

Syalahudin selaku operator di Desa Mauk Barat mengatakan, selain masalah banjir desa ini juga mengalami masalah terkait tempat pembuangan akhir atau TPA yang sering kali terkendala sehingga mengakibatkan terjadi penyumbatan dan menimbulkan bau yang mengganggu warga sekitar.

“Memang kalau untuk banjir salah satu penyebabnya juga adalah penyumbatan di TPA, TPA ini sudah bermasalah selama bertahun-tahun. Banyak warga yang mengeluh mengenai permasalahan TPA yang menghasilkan bau busuk sehingga mengganggu aktivitas warga,” kata Syalahudin saat dikonfirmasi pada Jumat (31/03/2023).

Syalahudin berharap masalah kebersihan di wilayahnya dapat segera ditangani. Dia mengungkapkan, desa harus memiliki visi besar desa agar Desa Mauk Barat dapat memperoleh sistem kebersihan baru dan program-program bermanfaat di bidang lainnya yang nantinya dapat menjadi pedoman bagi desa untuk berkembang.

“Harapan untuk kedepannya agar TPA dan sistem kebersihan desa segera diperbaiki supaya masalah ini tidak terulang lagi,” ujarnya.

Untuk itu, Desa Mauk Barat telah bersiap untuk melakukan kampanye kebersihan yaitu Peduli Lingkungan Bebas Sampah. Berkolaborasi dengan mahasiswa LSPR Communication and Business Institute Jakarta, kampanye ini merupakan langkah awal untuk dapat mengubah perilaku dan etika masyarakat dalam menjaga lingkungan sekitar dengan tidak membuang sampah sembarangan kembali lewat adanya kegiatan edukasi di seminar sebagai acara utama.

Kampanye ini bertujuan untuk mengedukasi pemimpin opini untuk menjadi penggerak kesadaran masyarakat terhadap pentingnya menjaga kebersihan dan keindahan lingkungan sekitar. Selain itu, kampanye ini juga diharapkan sebagai tolok ukur keberhasilan upaya meminimalkan jumlah sampah yang terbuang sembarangan di lingkungan sekitar lewat adanya perubahan perilaku masyarakat.

“Kami selaku penyelenggara dari kampanye Peduli Lingkungan Bebas Sampah sangat senang bisa bekerja sama dengan Desa Mauk Barat, kami harap kami dapat membantu permasalahan lingkungan ini agar desa dapat menjadi lebih baik lagi kedepannya,” tutur Dinul mahasiswa LSPR selaku Event Director Peduli Lingkungan Bebas Sampah, Jumat (09/06/2023).

Mahasiswa LSPR Communication and Business Institute bersama Karang Taruna Mauk Barat telah melakukan pemasangan 50 poster di beberapa titik Kampung Cinamprak, Desa Mauk Barat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *