JAKARTA – Kapolda Metro Jaya yang baru Irjen Pol Fadil Imran di tahun 2017 saat menjabat Direktur Reserse Kriminal Khusus Polda Metro Jaya, ia pernah menangani kasus chat mesum yang menjerat HRS dan wanita bernama Firza Husein yang dikenal dengan kasus “Balada Cinta Rizieq”.

Mantan Kapolda Jawa Timur Irjen Pol Fadil Imran telah ditunjuk sebagai penerus tongkat komando Kapolda Metro Jaya setelah Irjen Pol Nana Sudjana dilengserkan. Meski baru menjabat sebagai Kapolda Metro Jaya, Fadil adalah sosok yang tidak asing dengan kasus-kasus di ibu kota. Salah satu kerja Fadil adalah pernah menangani kasus “Balada Cinta Rizieq” yang diduga melibatkan Imam Besar Front Pembela Islam (FPI) Habib Riziq Shihab (HRS).

Setahun kemudian kasus itu dihentikan setelah diterbitkannya Surat Perintah Penghentian atau SP3, melansir republika.co.id, Selasa (17/11/2020).

Berikut sepak terjang Irjen Pol Fadil Imran di Kepolisian:

  1. Di tahun 2008, sebagai Kasat III Ditreskrimum Polda Metro Jaya dan kemudian diangkat menjadi Kapolres KP3 Tanjung Priok.
  2. Tahun 2011, sebagai Kasubdit IV Dittipidum Bareskrim Polri pada 2011, kemudian sebagai jabatan Direktur Ditreskrimum Polda Kepri.
  3. Tahun 2013 menjabat sebagai Kapolres Metro Jakarta Barat.
  4. Tahun 2015, menjabat Analis Kebijakan Madya (Anjak Madya) Bidang Pidum Bareskrim Polri.
  5. Tahun 2016 menjabat sebagai Direktur Ditreskrimsus Polda Metro Jaya, Wakil Direktur Tindak Pidana Ekonomi Khusus Bareskrim Polri.
  6. Tahun 2017 sebagai Direktur Tindak Pidana Siber Bareskrim Polri.
  7. Tahun 2018, sebagai Direktur Tindak Pidana Tertentu Bareskrim Polri.
  8. Tahun 2019, menjabat sebagai Staf Ahli Sosial Budaya (Sahli Sosbud).
  9. Di tahun 2020 diangkat menjadi Kapolda Jawa Timur kemudian dimutasi sebagai Kapolda Metro Jaya.

Diketahui, Fadil Imran dipromosikan setelah Nana dinilai tidak tegas menegakkan aturan protokol kesehatan saat pernikahan puteri dari HRS di masa pandemi Covid-19. Pencopotan dan pengangkatan jabatan itu tertuang dalam Surat Telegram Kapolri Nomor ST/3222/XI/Kep/2020. Tidak hanya Nana, Mabes Polri juga mencopot Kapolres Jakarta Pusat akibat kerumunan massa di markas FPI Petamburan.

“Irjen Pol Nana Sudjana, Kapolda Metro Jaya diangkat jabatan baru sebagai Korsahli Kapolri. Kemudian Irjen Mohammad Fadil Imran, Kapolda Jawa Timur diangkat jabatan baru sebagai Kapolda Metro Jaya,” ujar Kepala Divisi Humas Polri Irjen Pol Argo Yuwono dalam konferensi pers di Mabes Polri, Jakarta Selatan pada Senin (16/11/2020). (Arf/Red)

Source: republika.co.id.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *