Tamsil juga mengingatkan agar politik dalam kehidupan bernegara tidak kehilangan dimensi moral, melainkan menjadi ruang pengabdian untuk melayani masyarakat. Menurutnya, kesalehan tidak boleh berhenti di ruang privat, melainkan harus diwujudkan dalam kehidupan sosial dan dakwah.
Dukungan serupa disampaikan Bupati Bogor, H. Rudy Susmanto, S.Si. Ia mengapresiasi kontribusi Mathla’ul Anwar dalam mencerdaskan masyarakat hingga ke pelosok daerah melalui jaringan madrasahnya.
Rudy menegaskan, Pemkab Bogor tidak bisa membangun daerah sendirian dan membutuhkan kolaborasi dengan berbagai elemen masyarakat. “Pemerintah Kabupaten Bogor berkomitmen melakukan revitalisasi madrasah-madrasah di Kabupaten Bogor sebagai bagian dari penguatan pendidikan keagamaan,” ujar Rudy.
Sebagai penyelenggara acara, Ketua PD Mathla’ul Anwar Kabupaten Bogor, H. Abdul Aziz Sarnata, M.E., menyampaikan bahwa fokus utama pengurus daerah adalah merawat serta memperkuat madrasah yang masih membutuhkan dukungan, terutama perbaikan sarana dan prasarana.
Abdul Aziz mengungkapkan, Pemkab Bogor berencana memberikan perhatian khusus pada fasilitas pendidikan keagamaan pada tahun 2027, di mana Mathla’ul Anwar dilibatkan langsung sebagai salah satu tim perumus program.
“Insya Allah pada tahun 2027 Pemkab Bogor akan memberikan perhatian terhadap fasilitas keagamaan, dan Mathla’ul Anwar menjadi salah satu tim perumusnya,” ungkap Abdul Aziz. Selain infrastruktur, perhatian juga difokuskan pada kesejahteraan para guru madrasah yang telah mengabdi puluhan tahun.
Peringatan Milad ke-110 dan Tebar Mawar ini menjadi energi baru bagi seluruh keluarga besar Mathla’ul Anwar untuk memperkuat sinergi dengan pemerintah dan masyarakat, melakukan pembenahan internal, serta memperluas keberkahan bagi bangsa dan negara.
(Ard/Rdk)


