DMT2 pada remaja seringkali berkembang secara perlahan dan gejalanya dapat tersamarkan. Orang tua dan remaja perlu mewaspadai tanda-tanda berikut:

• Sering buang air kecil (terutama di malam hari).
• Meningkatnya rasa haus dan lapar.
• Penurunan berat badan tanpa alasan yang jelas (meski tampak kegemukan).
• Area kulit menjadi lebih gelap (hitam) dan tebal, biasanya di leher, ketiak, atau selangkangan (Acanthosis Nigricans).
• Luka yang sulit sembuh.
• Cepat merasa lelah.

Solusi Jitu: Intervensi Gaya Hidup adalah Kunci

Pencegahan dan penanganan DMT2 dan obesitas pada remaja berpusat pada perubahan gaya hidup. dr. Ahmad Mekkah, Sp.PD memberikan panduan utama:

1. Perbaiki Pola Makan

• Jauhi Minuman Manis: “Minuman berpemanis buatan dan minuman kemasan adalah kontributor terbesar. Hindari atau batasi konsumsi minuman bersoda, teh manis kemasan, dan jus dengan gula tambahan,” saran dr. Mekkah.
• Perbanyak Serat: Tingkatkan asupan sayuran, buah-buahan, dan biji-bijian utuh.
• Batasi Junk Food: Kurangi makanan cepat saji dan makanan olahan yang tinggi lemak trans dan gula tersembunyi.

2. Aktif Bergerak (Lebih dari Olahraga)

Aktivitas fisik sangat krusial. Remaja dianjurkan untuk beraktivitas fisik intensitas sedang hingga berat minimal 60 menit setiap hari.

“Ajak anak remaja bergerak. Tidak harus selalu olahraga formal, bisa berupa bersepeda, jalan kaki santai, atau mengurangi waktu bermain gadget dan TV,” ujar dr. Mekkah. Karena menurutnya, aktivitas fisik membantu sel-sel tubuh menjadi lebih sensitif terhadap insulin.

3. Deteksi Dini dan Konsultasi

Jika remaja Anda memiliki riwayat keluarga diabetes atau sudah mengalami obesitas, melakukan pengecekan gula darah rutin adalah langkah preventif yang bijak.

Diabetes Tipe 2 pada remaja adalah kondisi serius yang dapat dicegah. Deteksi dini dan komitmen terhadap perubahan gaya hidup, terutama mengontrol berat badan ideal adalah pertahanan terbaik kita. Jangan tunggu sampai terlambat. Konsultasikan kondisi kesehatan remaja Anda dengan dokter spesialis penyakit dalam di RS Sari Asih Sangiang atau fasilitas kesehatan terdekat.

Follow Berita infotangerang.co.id di Google News

(Mad/Rdk)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *