Hasil survei itu ditanggapi Komunikolog Politik dari Forum Politik Indonesia Tamil Selvan.

Senada dengan Adib, Kang Tamil mengatakan, pilihan responden kepada Bahtiar karena menginginkan figur Penjabat Gubernur yang tidak terafiliasi secara politik.

“Jika kita menggunakan pendekatan analisa SWOT, tentunya Pak Heru itu dekat dengan lingkaran kekuasaan di Istana. Tentunya ada poin-poin di benak masyarakat nantinya ketika di 2024 terjadi kontestasi, akan terjadi ketidakseimbangan, terjadi keberpihakan,” kata Tamil.

“Begitu juga poin kepada Pak Marullah selaku Sekda DKI Jakarta. Karena kita tahu, Pak Anies sebagai Capres. Walau bagaimana pun, ada keterikatan emosi antara Marullah dengan Anies,” tambahnya.

Sementara, sosok Bahtiar, lanjut Kang Tamil, lebih independen daripada Heru dan Marullah.

Untuk diketahui, survei tersebut dilakukan kepada 600 responden di DKI Jakarta dengan metode Multistage Random Sampling yang dilakukan melalui kuesioner digital dan sambungan telepon. Margin error 2,9 persen dengan tingkat kepercayaan 95 persen.

(Rdk)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *