Daun pakis yang akan di proses menjadi teh pakis asli melewati beberapa tahapan. Pertama, menyiapkan daun pakis Athyrium filix-Femina sesuai kebutuhan, artinya kita tetap menjaga kelestarian pakis ini. Kedua, washing (pencucian), daun pakis dibersihkan menggunakan air tawar terlebih dahulu, kemudian dibersihkan kembali menggunakan air es supaya kandungan ptaquiloside larut, berkurang atau hilang. Ketiga, drying (pengeringan), daun pakis dikeringkan ditempat yang bersih, dibawah sinar matahari selama 4 – 5 jam atau kondisional sesuai panas atau tidaknya matahari. Pengeringan daun pakis ditata secara rapi kemudian ditutup menggunakan strainer (jaring tertutup) untuk tetap menjaga kesterilan daun pakis dari debu atau kotoran lainnya. Keempat, refinement (penghalusan), penghalusan mengggunakan alat manual yang terbuat dari anyaman bambu (seser) sampai menjadi bubuk yang tidak begitu halus namun tidak begitu kasar pula. Kelima packaging (pengemasan), pengemasan bubuk teh pakis menggunakan kemasan celup untuk memudahkan konsumen dalam menikmati teh tersebut, kemudian teh pakis dalam celup tersebut dikemas kembali dengan box berbahan kertas upaya lebih ramah lingkungan dengan desain yang menarik.

Konsep dari ecopreneur adalah salah satu konsep pengolahan dan produksi yang diupayakan untuk selalu ramah lingkungan dan menjaga kelestarian alam. Reduce (mengurangi), mengurangi penggunaan bahan yang mengancam kelestarian lingkungan, menggunakan pakis Athyrium Filix-Femina sesuai kebutuhan tanpa membantai habis tumbuhan tersebut. Reuse (Memakai kembali), konsep ini untuk meningkatkan efesiensi dan efektifitas. Misalnya pengemasan produk menggunakan kertas yang lebih ramah lingkungan.

Recycle (Mendaur ulang), melakukan penyebaran tumbuhan pakis Athyrium Filix-Femina, merubahnya menjadi produk teh kesehatan dan dipasarkan untuk masyarakat upaya kehidupan yang sehat dan sejahtera. Upcycle, memberikan manfaat yang lebih baik dan penggunaan yang efektif terhadap konsumen atau masyarakat. (Jihan Suwari Yanti: 2014).

Berdasarkan keterangan diatas, produk cibotium tea (Teh pakis) jenis Athyrium Filix-Femina merupakan solusi yang dirasa sangat efektif karena memadukan usaha dan peduli lingkungan (ecopreneur). Dengan begitu teh pakis ini merupakan terobosan yang menyimpan banyak manfaat kesehatan untuk perkembangan organisme dan kelestarian ekosistem. Pada akhirnya, perlu kita ketahui dan kita sadari, di era global yang berkembang cepat dan pesat maka ketika kita tidak ikut berinovasi, bersaing dan mengikuti perkembangan, kita akan mudah tersingkirkan. Hal ini tidak terkecuali bagi mahasiswa yang memiliki kewajiban hadir ditengah-tengah masyarakat untuk kelestarian lingkungan dan kesejahteraan berjangka panjang, dengan meningkatkan jiwa ecopreneur, juga upaya mendorong terwujudnya Sustinable Development Golas (SDGs) 2030.

Oleh: Hani maria
Jurusan: Bimbingan Konseling Islam
(UIN SMH Banten)

Catatan: Esai ini juara 2 dilombakan dalam Esai Nasional Koperasi Mahasiswa di Universitas Nahdatul Ulama.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *