KOTA TANGERANG – Harga daging sapi meroket. Meski didemo, pemerintah menetapkan harga daging sapi tidak bisa turun.
Heri, salah satu pedagang daging sapi di Pasar Anyar, Kota Tangerang, dirinya mengeluh karena harga daging sapi yang tidak bisa diturunkan.
Heri mengungkapkan, semenjak kenaikan harga daging sapi dari 2 bulan lalu, penjualan daging sapinya menurun, karena harga daging yang tinggi. Ia pun dan pedagang lainnya sempat menggelar aksi demo ke Pemerintah Kota Tangerang.
“Masalah kenaikan daging itu urusannya pemerintah jadi gak tau. Bahkan kan udah ngadain demo kemaren khusus para tukang daging, cuman gak ada respon dari pemerintahnya,” ujar Heri, Kamis (7/4/2022).
“jadi penjulan juga menurun gara-gara harga daging naik. Biaasanya habis seekor tapi sekarang setengah ekor aja gak habis,” lanjutnya.
Kepala Pasar Anyar Ahmad Juhaeni menuturkan, Kementerian Perdagangan (Kemendag) dan Badan Pangan Nasional (Bapanas) sudah melakukan rapat, dan hasilnya adalah harga daging sapi memang tidak bisa turun.
“Kemendag dan Bapanas itu rapat memang harga daging sapi tidak bisa diturunkan, karena memang dari Australia juga sudah mahal,” ujar Juhaeni kepada infotangerang.co.id.
Solusinya, pemerintah berencana ingin mengimpor sapi dari 2 negara lain, yakni Brazil dan Mexico.
“Nah makanya itu kemarin sih rapat terakhir katanya akan ada solusi abis lebaran itu, kita (Indonesia) akan mengambil sapi dari 2 negara, Brazil dan Mexico, keterangannya seperti itu,” ungkapnya.
Harga daging sapi, lanjut Juhaeni, perkilonya untuk saat ini Rp 140.000. Namun nanti saat menjelang 2 atau 3 hari sebelum lebaran biasanya harga daging sapi naik menjadi Rp 160.000 sampai Rp 180.000 perkilonya.
“Sekarang kalau untuk harga eceran itu 140 ribu ya disini. Sepertinya semua sama DKI pun juga sama, kemungkinan nanti 2 hari sebelum lebaran naik lagi, bisa 160 ribu, bisa juga 180 ribu perkilonya,” ucapnya.
Juhaeni berharap semua bahan pangan terutama bahan pangan pokok tidak mengalami kenaikan.
“Ya harapan sih kita kembali semua barang pokok harganya murah lah, dari minyak goreng, kedelai, terus sekarang gula, daging sapi mudah-mudahan sih tidak ada kenaikan lagi dari yang terakhir ini saya takut ayam juga jangan naik, telur juga jangan naik,” pungkasnya.
(Fat/Fan)


