Ikhwan kembali menegaskan, warga Jakarta menginginkan Bahtiar karena ia sosok yang dinilai bebas dari kepentingan politik istana dan mantan Gubernur Anies Baswedan, sehingga Bahtiar dapat menakhodai pemerintahan DKI Jakarta sampai 2024 tanpa memicu polarisasi politik.
“Publik di DKI tidak menginginkan polarisasi tajam,” pungkasnya.
Survei tersebut dilakukan secara hybrid dengan responden masyarakat DKI Jakarta yang berlangsung pada 24-28 September 2022.
Sample survei tersebar secara acak dengan responden warga DKI Jakarta. Metode penarikan sampel yakni multistage random sampling dengan jumlah responden 600 responden dengan margin of error kurang lebih 2,9 persen pada tingkat kepercayaan 95 perseb. Penelitian ini dilakukan melalui sambungan telepon dan pengisian kuesioner digital kepada responden.
(Rdk)


