Narasumber kegiatan, Erik Rinaldo, menjelaskan bahwa modul RISHAM dirancang dengan sistem panel beton pracetak yang ringan dan mudah dirakit, namun tetap memiliki kekuatan struktur yang teruji dan memenuhi standar teknis konstruksi.

“RISHAM menggunakan beton mutu K-300 dengan komponen yang relatif ringan, sehingga proses pembangunan dapat dilakukan lebih cepat tanpa memerlukan alat berat. Modul ini telah lulus uji Bintek PUPR, uji mutu, dan analisis struktur, sehingga aman terhadap gempa serta efisien dari sisi waktu maupun biaya,” jelasnya.

Sementara itu, Kepala Bidang Kegiatan Kerja, Aris Supriyadi menyampaikan bahwa kerja sama ini menjadi sarana strategis dalam peningkatan kompetensi, profesionalisme, dan pembentukan etos kerja Warga Binaan secara berkelanjutan.

“Warga Binaan dilibatkan langsung dalam proses produksi Jawara Beton dengan pengawasan mutu dan penerapan standar keselamatan kerja. Pembinaan ini kami rancang agar mereka memiliki keterampilan nyata, sikap kerja yang disiplin, serta kesiapan untuk memasuki dunia kerja ketika kembali ke masyarakat,” ujarnya.

Melalui sinergi antara Lapas Kelas I Tangerang dan PT Semen Merah Putih, program Jawara Beton dikembangkan sebagai model pembinaan kemandirian yang produktif, profesional, dan berkelanjutan. Pengembangan modul rumah tahan gempa tersebut merupakan kontribusi nyata Pemasyarakatan dalam mendukung pembangunan yang aman, inklusif, dan berorientasi pada pemberdayaan, sejalan dengan semangat Pemasyarakatan yang berintegritas dan humanis.

(Ard/Rdk)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *