Aksi penanaman pohon pisang ini diharapkan menjadi alarm bagi Pemerintah Kabupaten Tangerang agar segera mengalokasikan anggaran untuk perbaikan jalan yang layak serta penataan drainase yang berkelanjutan. Warga menegaskan bahwa mereka tidak lagi menginginkan perbaikan sementara yang bersifat tambal sulam.
Meski dilakukan di jalur utama, aksi tersebut berlangsung dengan tertib dan damai tanpa memutus total arus lalu lintas. Masyarakat menyatakan akan terus mengawal persoalan ini hingga ada langkah nyata dari dinas terkait.
Hingga laporan ini disusun, pihak Pemerintah Kabupaten Tangerang belum memberikan keterangan resmi terkait tuntutan dan aksi protes yang dilakukan oleh warga Desa Tanjung Pasir tersebut.
(AD/Rdk)


