Ida dan suami hanya berpenghasilan Rp 20.000 dari hasil penjualan sampah plastik mengaku pasrah, terlebih hanya itu sumber pencarian dirinya.

Dirinya mengaku kebingungan saat kebijakan Belajar secara online karena untuk beli beras aja mereka susah.

“Jangankan beli HP, beli beras saja susah,” ujar ida.

Diketahui Ida dan keluarganya tinggal di rumah petakan dekat Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Rawa Kucing. (Map/Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *