Wasudi menduga pelaku merupakan orang yang sama dengan terduga pencuri yang pernah beraksi pada Juli lalu. Menurutnya, pelaku tampak sudah memahami pola aktivitas dan waktu sepi jemaah musala.
“Kalau waktu Subuh jamaah memang relatif sedikit, hanya sekitar dua baris. Celah itu yang dimanfaatkan pelaku. Kami duga pelaku masih warga sekitar kawasan Angke,” ujar Wasudi.
Wasudi menegaskan bahwa dana kotak amal sangat vital bagi operasional musala, termasuk pembayaran listrik dan insentif pengajar mengaji anak-anak warga setempat.
Pihaknya berharap pelaku dapat segera diamankan untuk mencegah kejadian serupa terulang kembali. Hingga berita ini diturunkan, kepolisian masih melakukan penyelidikan lebih lanjut terkait identitas pelaku.
(AD/Rdk)


