Banyak orang tua yang masih bertanya-tanya bagaimana untuk toilet training pada malam hari. Hal ini menjadi hal yang cukup mengkhawatirkan bagi orang tua karena banyak anak yang mengompol pada malam hari. Psikolog anak, Belinda Agustya mengatakan hal ini dapat dilakukan secara bertahap setelah anak sudah stabil melakukan toilet training pada siang hari.

“Beberapa cara yang dapat dilakukan untuk mulai toilet training di malam hari antara lain dengan memastikan berapa banyak intake anak yang diminum sebelum tidur, kalau minum terlalu banyak anak bisa kembali ngompol. Lalu orang tua juga bisa melatih anak untuk buang air sebelum tidur malam dan juga membangunkan anak ditengah malam untuk buang air,” ujarnya.

Banyak yang masih dipertanyakan oleh orang tua bagaimana mengatasi anak yang masih suka bocor padahal sudah melakukan toilet training. Menurutnya hal ini menjadi hal yang perlu diperhatikan oleh orang tua karena pemakaian popok menciptakan kenyamanan pada anak, anak merasa tidak perlu tergesa ke kamar mandi untuk buang air.

Orang tua harus mulai mencoba melatih anak untuk mamakai celana dalam agar anak terbiasa dengan tekstur celana dalam. Orang tua juga perlu menciptakan suasana yang nyaman untuk anak melakukan kegiatan toiletting di toilet, seperti menaruh buku, stiker atau mengajak anak berimajinasi dengan hal hal yang ada di toilet.

“Ingat, toilet training ini harus menjadi hal yang menyenangkan bagi anak sehingga anak menjadi enjoy dalam menjalaninya. Orang tua harus punya keyakinan yang kuat bila anaknya mampu melakukan toilet training. Melatih anak mengguakan toilet dengan baik dan benar butuh kesabaran. Jadi jangan paksakan anak untuk melakukan hal yang belum ia mau. Besabarlah sampai anak benar benar terbiasa tanpa popoknya,” tegasnya.

Nah, kini Anda sudah mengetahui hal-hal penting dalam mengajarkan anak toilet training. Konsultasikan anak dengan psikolog anak bila terjadi hal hal diluar normal, seperti anak berusia diatas 4-5 tahun tapi masih sering bocor atau toilet training masih dilakukan. Hal ini pastinya perlu di evaluasi terkait penyebab dan solusi kedepannya. Jangan memaksakan anak untuk mampu dan berhasil dalam sekali waktu. Jika anak belum mau dilatih, jangan paksa anak karena dapat membuat stress. Selamat mencoba!

Follow Video INFO TANGERANG dan Berita infotangerang.co.id di Google News

(Mad/Rdk)

Video Pilihan Redaksi:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *