INFOTANGERANG.CO.ID – Di tengah maraknya tren minuman sehat dalam kemasan di media sosial, para ahli mulai menyuarakan kekhawatiran terkait kandungan “gula tersembunyi”. Meski praktis dan berlabel sehat, jus siap minum sering kali mengandung gula tambahan yang dapat memicu lonjakan gula darah secara tiba-tiba.

Peringatan Ahli Gastroenterologi

Dr. Saurabh Sethi, seorang spesialis gastroenterologi lulusan Harvard dan Stanford, mengingatkan bahwa banyak produk jus kemasan justru merugikan pencernaan. Melalui unggahan media sosialnya, Dr. Sethi menekankan bahwa masyarakat perlu lebih selektif dan sebaiknya kembali pada metode pembuatan jus segar di rumah.

“Banyak produk mengandung gula tambahan yang memicu lonjakan gula darah dan tidak memberikan manfaat optimal bagi tubuh,” ungkap Dr. Sethi sebagaimana dikutip dari Hindustan Times.

Resep “Tiga Bahan” Penuh Manfaat

Sebagai alternatif yang lebih aman, Dr. Sethi merekomendasikan racikan fungsional yang hanya terdiri dari tiga bahan alami utama: wortel, jeruk, dan jahe. Kombinasi ini dipilih karena profil nutrisinya yang telah teruji secara medis:

  • Wortel: Kaya akan beta-karoten yang memperkuat daya tahan tubuh.

  • Jeruk: Sumber Vitamin C dan flavonoid untuk menjaga kesehatan jantung serta menurunkan risiko stroke.

  • Jahe: Mengandung gingerol yang berfungsi sebagai anti-inflamasi, anti-tumor, dan mendukung kesehatan pencernaan.

Cara Pembuatan dan Aturan Konsumsi

Membuat minuman fungsional ini cukup mudah. Anda hanya perlu menyiapkan dua wortel sedang, satu buah jeruk, dan potongan jahe segar (sekitar satu inci). Semua bahan diblender dengan sedikit air, lalu disaring untuk mendapatkan sari murninya.

Namun, Dr. Sethi memberikan catatan penting. Karena proses penyaringan menghilangkan sebagian besar serat alami, minuman ini sebaiknya dikonsumsi dalam porsi kecil sebagai minuman pendamping, bukan pengganti makanan utama.

“Minuman ini adalah pelengkap gaya hidup sehat. Konsumsilah dalam porsi kecil (30–50 ml) untuk mendapatkan manfaat antioksidan yang optimal tanpa risiko gula berlebih,” tambahnya.

(AD/Rdk)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *