KABUPATEN TANGERANG – Acara Haul Tuan Syekh Abdul Qodir Al Jaelani yang diselenggarakan di Ponpes Al Istiqlaliyah Cilongok terhitung telah berjalan selama 62 tahun. Namun, tahun ini menjadi tahun yang berbeda dari sebelumnya karena adanya virus Corona yang melanda dunia, haul akbar tersebut diperketat dengan aturan yang mesti diterapkan.

Meskipun Pandemi Covid-19, ternyata jamaah yang hadir diluar perkiraan. Jamaah tetap berdatangan dari beberapa daerah sekitar sehingga mengakibatkan membludaknya jamaah haul akbar tersebut, meskipun sudah dijaga ketat oleh pihak kepolisian.

Mengetahui hal itu, Bupati Tangerang Ahmed Zaki Iskandar menerangkan kronologis kegiatan haul akbar tersebut dalam konferensi pers yang digelar di Ruang Wareng, Kantor Bupati Tangerang, Senin (30/11/2020).

“Pertama ada undangan dari panitia penyelenggara untuknya (Bupati Zaki). Memang ini rutin juga mengundang pimpinan daerah baik Bupati Maupun Gubernur untuk hadir di acara tersebut (Haul),” katanya.

Setelah mendapat undangan, lanjut Zaki, langsung memanggil panitia penyelenggara untuk datang ke Kantor Bupati Tangerang.

“Dan ketika saya mendapat undangan itu, saya panggil panitia untuk hadir pada 17 November, Jam 9 pagi disini (Kantor Bupati Tangerang),” tutur Zaki.

Zaki menjelaskan, bahwa Kabupaten Tangerang masih dalam zona oranye dan masih menerapkan PSBB, Zaki memberi opsi kepada panitia penyelenggara.

“Terkait acara haul tersebut saya minta ditunda penyelenggaraannya. Terjadi argumentasi sampai akhirnya ada 2 opsi, ditunda atau dibatasi,” jelasnya.

Selanjutnya masih kata Zaki, pada tanggal 18 November diselenggarakan rapat koordinasi tingkat Provinsi Banten di rumah dinas Gubernur.

Zaki memaparkan hasil diskusinya dengan panitia haul pada (17/11/2020), yang kemudian hasil diskusi berupa opsi tersebut disetujui untuk ditawarkan kembali kepada panitia.

“Akhirnya disepakati bahwa opsi yang diterima adalah dibatasi menjadi 1.500 jamaah dengan komposisi 1.200 (Santri) dan 300 (Keluarga Besar),” ujarnya.

Zaki mengakui pihaknya telah memasang baliho melalui tiap-tiap Kecamatan yang berisi imbauan kepada masyarakat agar tidak hadir pada acara haul akbar tersebut. Guna menghindari membludaknya massa, pihaknya juga telah melakukan pembongkaran tenda/lapak pedagang sejak tanggal 19 November 2020.

Mulai sejak tanggal 19 November 2020, total 1.400 personil petugas pengamanan diterjunkan untuk mengamankan acara haul agar tidak terjadi massa yang membludak.

Zaki mengatakan bahwa dirinya telah bicara secara informal pada pimpinan daerah, Wakil Bupati Lebak, Walikota Tangerang untuk ikut mengimbau masyarakatnya agar tidak hadir pada acara tersebut.

“Kami telah mengadakan rapat koordinasi sebanyak 6 kali untuk pembahasan haul itu, upaya yang dilakukan sudah maksimal,” tegas Zaki. (Jhn/Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *