KESEHATAN – Kementerian Kesehatan Republik Indonesia (Kemenkes RI) melaporkan telah terjadi kasus Penyakit Cacar Monyet atau Monkeypox kepada warga Indonesia, salah satunya di wilayah ibukota. Dengan demikian, pada 2022 telah terjadi kepada 3 orang.
Penyakit cacar monyet atau yang dikenal sebagai Monkeypox ini adalah penyakit menular yang dapat menyerang manusia dan hewan yang disebabkan oleh virus monkeypox.
Dokter RS Sari Asih Sangiang, dr Siti Nur R. Firda Fauziyah mengatakan, penyakit ini disebut cacar monyet karena pertama kali diidentifikasi pada monyet, dan kemudian dapat menular ke manusia.
Berikut beberapa informasi penting tentang cacar monyet:
1. Penyebab
Cacar monyet disebabkan oleh virus monkeypox, yang masih tergabung dalam satu genus penyebab cacar yaitu virus variola.
2. Penularan
Virus monkeypox dapat menyebar dengan cara kontak langsung dari hewan yang terinfeksi ke manusia dan juga produk hewan yang terkontaminasi. Penularan antar manusia juga mungkin terjadi melalui kontak fisik langsung dengan orang yang terinfeksi. Virus juga dapat melewati plasenta dari ibu hamil ke janin. Virus ini dapat menyebar dari hewan ke manusia melalui gigitan atau cakaran hewan yang terinfeksi. Virus juga dapat menyebar melalui kontak langsung dengan cairan tubuh atau luka pada orang yang terinfeksi.
3. Penyebaran
Cacar monyet sering ditemukan di wilayah-wilayah tertentu di Afrika, seperti Kepulauan Monkeypox di Republik Kongo. Kasus cacar monyet juga telah dilaporkan di luar Afrika, termasuk di Amerika Serikat. Cacar monyet relatif jarang terjadi pada manusia dan umumnya kurang serius dibandingkan dengan cacar biasa pada umumnya. Meskipun demikian, perlu tindakan pencegahan yang tepat jika kita berada di daerah di mana penyakit ini ada atau jika kita memiliki kontak dengan hewan yang berpotensi terinfeksi.
Gajala Cacar Monyet
Gejala penyakit cacar monyet (monkeypox) pada manusia mirip dengan cacar pada umumnya dan dapat bervariasi dalam tingkat keparahan.
Berikut adalah beberapa gejala yang mungkin muncul:
1. Ruam Kulit
Gejala paling umum adalah munculnya ruam pada kulit. Ruam ini awalnya berupa bercak-bercak kecil yang kemudian berkembang menjadi lepuh berisi cairan. Ruam ini dapat menyebar ke seluruh tubuh.
2. Demam
Pasien dengan cacar monyet sering mengalami demam tinggi.
3. Pembengkakan Kelenjar Getah Bening
Kelenjar getah bening di bawah kulit dapat membengkak dan menjadi nyeri. Gejala ini yang membedakan penyakit cacar monyet dengan cacar air, dimana cacar monyet menyebabkan pembengkakan kelenjar getah bening (limfadenopati) sedangkan cacar air tidak.
4. Sakit Kepala
Kepala yang terasa sakit adalah gejala umum dalam cacar monyet.
5. Kelelahan
Pasien mungkin merasa sangat lelah dan lemas.
6. Nyeri Otot
Nyeri otot dan sendi adalah gejala lain yang mungkin terjadi.
7. Lesu
Perasaan umum malaise atau lesu sering dialami oleh penderita cacar monyet.
8. Lesi pada Selaput Lendir
Selain lesi pada kulit, lesi serupa dapat muncul pada selaput lendir, seperti mulut, mata, atau alat kelamin.
“Penyakit ini biasanya berlangsung selama 2-4 minggu dan akan sembuh sendiri. Namun, pada beberapa kasus, infeksi dapat menjadi lebih serius dan memerlukan perawatan medis,” ujar dr Siti Nur R. Firda Fauziyah.
Follow Berita infotangerang.co.id di Google News
(Jhn/Rdk)


