Postural Instability
Yaitu penderita sering kali mengalami kesulitan mempertahankan posisi stabil tubuh seperti menjadi mudah jatuh, sulit berdiri, miring dan sulit duduk. Banyak penderita parkinson yang lambat laun akan relatif lebih membungkuk.
“Gejala-gejala lain yang dapat menyertai seperti hilangnya kemampuan untuk membaui sesuatu, gangguan fungsi otonom seperti sulit buang air besar, dan buang air kecil, produksi air liur meningkat yang disertai gangguan menelan dan gangguan tidur,” sebut dr. Khristi.
Pada kasus parkinson lebih lanjut, penderita dapat mengalami cachexia, dimana pasien sudah tidak dapat lagi menggerakkan tangan dan kaki, sehingga hidupnya harus bergantung pada keluarga atau caregiver. Gejala Parkinson dapat bervariasi pada setiap orang dan berkembang secara bertahap.
Sampai saat ini belum ada obat yang mampu menyembuhkan penyakit parkinson. Namun, ada beberapa metode pengobatan yang bertujuan untuk mengurangi gejala dan memperlambat progresivitas penyakit ini sehingga dapat meningkatkan kualitas hidup penderitanya.
Beberapa metode pengobatan ini antara lain, penggunaan Levodopa, Agonis dopamine dan juga fisioterapi. Pemilihan jenis obat dan dosisnya disesuaikan dengan kondisi penderita. Sementara fisioterapi dilakukan untuk membantu mengatasi kaku otot dan nyeri sendi.
Mengurangi kemungkinan terkena penyakit Parkinson menjadi salah satu pilihan yaitu dengan menerapkan gaya hidup sehat seperti berolahraga secara rutin,menjaga pola makan sehat, mengontrol stres, cukup istirahat dan tidur serta bersosialisasi atau berinteraksi sosial.
Penyakit Parkinson bisa saja terjadi individu yang tidak memiliki riwayat keluarga. Oleh karena itu jangan tunda periksakan diri dan konsultasikan dengan dokter spesialis saraf bila mengalami hal-hal seperti diatas. Jangan lupa untuk selalu rutin melakukan medical check up untuk mendeteksi dini jika mengalami beberapa penyakit, termasuk penyakit Parkinson. Semoga informasi ini bermanfaat ya!
Follow Video INFO TANGERANG dan Berita infotangerang.co.id di Google News
(Mad/Rdk)
Video Pilihan Redaksi:


