Close Ads
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
92 hari
Menuju Pelantikan Presiden dan Wakil Presiden Terpilih Periode 2024 - 2029

Advertisement


Opini : Nasib Buruh Ditengah Pandemi Covid-19

Opini  

Advertisement

Karya: Himpunan Mahasiswa Agribisnis Universitas Sultan Ageng Tirtayasa (Untirta)

May Day merupakan kata yang tak asing didengar telinga dan hari dimana para buruh akan lantang bersuara. Perayaan May Day pun tak selalu sebatas aksi demo namun dapat berupa perayaan yang penuh kesenangan.

May day adalah bukti nyata yang diukir oleh buruh yang ada di Amerika hingga membuat dunia pun akhirnya membuka mata mengenai hak buruh. May day diawali setiap 1 Mei. Mei day sendiri bukan terlahir dari kisah yang menyenangkan karena terdapat perjuangan dan pengorbanan.

May day hadir diawali dari keresahan para buruh dimana pada saat itu buruh harus bekerja melebihi batas wajar selama 16-20 jam dalam sehari. Resah akan kesewenang-wenangan 1 amei 1886 sebanyak 400.000 orang buruh melakukan aksi demo untuk menuntut perpendekan lama waktu kerja menjadi 8 jam sehari. Buruh di Amerika dengan serentak melakukan aksi mogok kerja dan berdemosntrasi bersama.

Baca juga:  Sederet Masalah Penyelenggaraan PPDB 2022, Bukti Lemahnya Aspek Perencanaan Kebijakan

Aksi tersebut berlangsung rusuh selama 4 hari. Hari terakhir demonstrasi pada 4 Mei 1886 aksi yang lebih banyak peserta demo digekar di lapangan Haymaket Chicago Amerika. Aksi yang menjafi akhirnya menbuat aparat menembaki pendemo hingga ratusan peserta tertembak dan alami luka-luka.

Hingga pada akhirnya terdapat 8 tokoh buruh ditangkap dan dijatuhi hukuman mati. Dari aksi itu para buruh tersadar penting bagi mereka mendapat hak yang seharusnya mereka terima.

Hingga pada 1889 Kongres Sosialis di Paris menetapkan 1 Mei sebagai Hari Buruh yang lebih dikenal dengan sapaan May Day. Perjuangan para buruh dimasa lalu telah membuat banyaknya perlindungan dan pengakuan hak buruh dimasa kini. Namun perjuangan bukan berarti berhenti karena setiap adanya penguasa akan tetap adanya kesalahan baik penyelewengan atau pengingkaran dan lain sebagainya.

Baca juga:  Opini : Kurangnya Kesadaran Para Pedagang Asongan ditengah Pandemi Covid-19

Buruh memanglah kaum yang tak memiliki kekuasaan tinggi hingga akhirnya dunia kian kejam dan melucuti hak. Maka itu perjuangan buruh akan tetap dikobarkan sampai terciptan kesejahteraan pada kalangan buruh.

Advertisement

Advertisement

Scroll to Continue With Content

Advertisement