“Saya mah udah ngalah aja biarin, saya gak laporan juga ke kades atau camat. Saya mah terserah mau diapain,” ujarnya.
“Waktu itu kades sempet kesini, tapi bukan saya yang laporan,” tambahnya.
Namun ia menyayangkan tiga akses jalan di rumahnya harus diblokir permanen dengan membangun tembok tinggi.
“Cuma ya sayang aja ini kan jalan buat orang yang biasa mau ke musholla jadi ke tutup,” terangnya.
“Sekarang cuma ada satu jalan, kalau bukan keluarga mungkin udah ditutup. Kalau ditutup ya udah paling bapak mau terbang,” kata SK. (Arf/Red)


