Asmawi merasa dianggap sebelah mata atas tugas yang dilakukan jajarannya dibantu koordinasi dengan Satpol PP Kabupaten Tangerang. Padahal, tahapan yang ditempuh sudah bersifat persuasif atau musyawarah.
“Langkah kami melakukan tugas sudah memenuhi prosedur. Mulai dari persuasif sampai kepada penindakan segel, tapi malah terjadi insiden perusakan. Maka dari itu Trantib saya ambil langkah tegas membuat laporan polisi,” kata Asmawi.
Pejabat putra daerah setempat ini pun menyayangkan atas peristiwa perusakan portal bagian dari aset milik Pemkab Tangerang tersebut.
“Portal itu kan aset Pemkab Tangerang dengan sumber belanja dari APBD juga. Jadi sama saja tidak menghargai yah,” ungkap Asmawi.
(Rdk)


