Close Ads

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Iklan


Lulus Kuliah Pasti Siap Kerja?

Opini  

Editor: Redaksi

Gita Widya Laksmini Soerjoatmodjo, M.A., M.Psi., Psikolog - Dosen Program Studi Psikologi Universitas Pembangunan Jaya.
Advertisement

Regulasi Diri

Regulasi dirilah yang menentukan apakah seseorang mampu dan percaya diri akan tindakan dan perilaku yang mereka ambil untuk bisa berhasil. Sebaliknya, orang-orang dengan regulasi diri yang rendah gagal mengelola diri sendiri sehingga tak mampu memanfaatkan lingkungan yang ada di sekitarnya guna meraih capaian yang menjadi tujuan, sulit berdaptasi dengan perubahan serta kurang mampu mengelola waktu. Lebih jauh lagi, mereka yang memiliki regulasi diri yang rendah lemah mengevaluasi seberapa jauh kemajuan yang ia berhasil capai. Karena itulah, Tentama dan Riskiyana (2020) memandang bahwa regulasi diri sangatlah penting untuk mencapai kesiapan kerja, dengan menyimpulkan bahwa mereka yang punya regulasi diri yang baik akan lebih siap kerja dibanding mereka-mereka yang masih terbata-bata mengatur diri sendiri: belum bisa punya target dalam hidup apalagi mengevaluasi diri untuk melihat seberapa jauh atau dekat diri dengan tujuannya. Dengan kata lain, jika sanggup mengatur diri sendiri, maka individu tersebut dibayangkan sanggup pula mengelola tantangan di tempat kerja.  

Baca juga:  Prof. Dr. Harris Arthur Hedar: RUU perampasan aset, kontroversi dan multitafsir

Lebih jauh lagi, penelitian Tentama dan Riskiyana (2020) menjelaskan bahwa dibandingkan dengan penelitian-penelitian terdahulu, fokus pada regulasi diri ini dipandang memunculkan hasil yang lebih komprehensif dalam memahami kesiapan kerja. Hal ini karena individu dengan regulasi diri yang baik lebih cepat dan mudah mengatasi tantangan yang akan mereka temui dalam konteks berkarir. Lebih jauh lagi, mereka juga lebih inovatif, proaktif dan termotivasi untuk mencapai tujuan mereka. Selain itu, individu dengan regulasi diri yang baik membuat mereka mampu untuk terus belajar selama meniti jenjang karir agar terus mengikuti perkembangan
terbaru.

Baca juga:  Sederet Masalah Penyelenggaraan PPDB 2022, Bukti Lemahnya Aspek Perencanaan Kebijakan

Dengan kemampuan menetapkan tujuan dan menjalankan rencana serta keinginan untuk terus mencari informasi, individu dengan regulasi diri tersebut mampu mengelola diri mereka sedemikian rupa sehingga apapun tantangan dalam dunia kerja nantinya, mereka akan mampu mengatasinya. Penelitian mereka melihat regulasi diri memberikan kontribusi yang lebih dominan dalam pengembangan kesiapan kerja, dibandingkan dengan variabel-variabel yang telah diteliti sebelumnya. Harapannya penelitian mereka tersebut adalah regulasi diri, misalnya melalui pengembangan aneka modul pelatihan regulasi diri, bisa membantu seseorang lebih siap kerja.  

Iklan Ads

Advertisement

Scroll to Continue With Content

Advertisement