​Rangkaian aksi warga sekitar yang terus berlanjut ini dipicu oleh dugaan pelanggaran pengelolaan limbah B3 maupun non-B3 yang dikelola oleh pihak tanpa izin resmi.

​Persoalan kian meruncing pada alokasi limbah bernilai ekonomis. Warga mengindikasikan adanya praktik monopoli oleh satu pihak tertentu yang telah berlangsung bertahun-tahun.

​Koordinator massa dari Perkumpulan Muda untuk Transparansi Data dan Fakta (Per-MATA) Banten, R. Mochamad Permana, menyebut monopoli oleh oknum pengusaha lokal tersebut mencederai aturan dan mengabaikan keadilan bagi masyarakat luas.

​”Sudah puluhan tahun pengelola limbah ekonomis PT Asahimas adalah pengusahanya itu-itu saja, tanpa ada lelang yang transparan. Bahkan pengusaha yang mengelola limbah itu diduga tidak memiliki izin yang memadai sesuai peraturan lingkungan hidup,” tegas pria yang akrab disapa Abah Permana tersebut.

​Ia menambahkan, PT Asahimas Chemical diduga menjual limbah ekonomis kepada pengusaha tersebut dengan harga sosial yang sangat murah. Skema itu awalnya diperuntukkan bagi program sosial, namun manfaatnya tidak pernah dirasakan masyarakat terdampak.

​”Informasi dan data yang kami terima menunjukkan harga limbah sengaja ditekan murah untuk mengakomodir program sosial dari keuntungan bisnisnya. Namun faktanya, selama puluhan tahun nilai manfaat ekonomis tersebut tidak mengalir ke masyarakat,” lanjutnya.

​Abah Permana menuntut PT Asahimas Chemical segera menerapkan praktik bisnis yang adil dan terbuka.

​”Dengan margin keuntungan besar bagi pengelola, mengapa kegiatan usaha ini tidak pernah dilelang secara terbuka? Penerima manfaat hanya kelompok tertentu, sementara masyarakat luas hanya mendapatkan polusinya. Ada apa sebenarnya? Kenapa perusahaan dengan manajemen Jepang yang profesional mau didikte oleh oknum tertentu?” serunya.

​Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak manajemen PT Asahimas Chemical terkait rencana aksi pekan depan maupun tudingan yang dilayangkan oleh LSM Per-MATA Banten.

(Ard/Rdk)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *